Di dalam Kitab …

Di dalam Kitab Panitisastra, tersebutlah ajaran dan peringatan,
bahwa di dalam zaman terkutuk, orang berbudi luhur justru menjadi yang terbelakang.
Demikianlah kalau orang mau belajar dari sejarah, apa faedahnya percaya kepada berita lalawora–berita kosong tanpa isi yang digembar-gemborkan, cuma akan menambah kesusahan hati. Lebih baik menggubah cerita, menggali dari cerita lama.

(diterjemahkan dari Serat Kalatidha (th 1799) karya Ranggawarsita, gatra nomor lima)

Ujaring Panitisastera, awawarah asung peling, ing zaman keneng musibat,
wong ambek jatmika kontit, mengkono yen niteni, pedah apa amituhu,
pawarta lalawora, mundhak angraranta ati, angurbaya ngiketa cariteng
kuna.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s