KACAMATA RIBEN

Pada waktu itu, ketika saya kelas empat SD, saya pernah bersama kawan-kawan dari desa saya–kecil-besar, laki-laki-perempuan–berjalan kaki menuju pantai Parangtritis. Kegiatan berjalan kaki bersama-sama pada malam menjelang tanggal satu Suro, pada waktu itu, adalah kegiatan yang lumrah bin biasa. Kurang lebih jaraknya empat kilo meter. Iya, itu biasa.

Yang paling saya ingat sampai sekarang dari kegiatan yang biasa itu, adalah kacamata riben. Pada waktu itu, Om saya kuliah di Jogja. Om saya meninggalkan kacamata riben di rumah kakek saya. Wah, kebetulan, batin saya. Saya pakai kacamata riben itu untuk jalan-jalan di malam tanggal satu Suro. Maka jadilah malam yang terlihat lebih gelap daripada malam-malam sebelumnya.

Tadi saya teringat kejadian itu dan lalu membuka kamus. Ternyata, kacamata riben adalah kacamata yang berwarna gelap (hitam dsb) untuk melindungi mata dari sinar matahari atau debu. Saya pikir kacamata riben itu gunanya untuk bergaya saja. Maklumlah, orang desa.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s