Alih Bahasa Tiga Puisi, oleh Janoari M Wibowo

SOLIPSISM

Kajitow El-Kayeni

too many dreams

and we believe in destiny

frozen almanac in memory

about God, about broken wishes

but as we will stand tall alone

we no need anything

even love, nothing at all

that’s life, like fallen leaves

and we’re coming home alone

feel like the beaten, we grieve

by the moment of truth, we know

the only future we go is death

since love is not belonged

even in the start, it’s green-colored

Jakarta, February 2nd, 2013.

————————————–

SIMPLE POEM

Sulis Gingsul (Tum)

i love simple things

the flower, the bird’s sing, your smile

and our dreams

nothing’s special in this world

flowers bloom and wither

eggs hatch and birds twitter

you are always smiling

and dreams are surrounding

i love simple things

for us, make it enough by the way

enough for me to write it in a simple poem

enough for me to recite it in a simple way

one day, after our gone, hopefully there will be

someone who’s happily running through the rain

to his friend who’s lying under blanket of pain

to his friend, his face is smiling and tear-stained.

“look, my friend. recite it!

our tears are written here.”

then they come, somethings simple

that’s touching and kissing cheeks

that’s enlightening the face tints

those tears are tender, again and again

January 26th, 2013

————————————–

TANJUNG RATU

Alfiah Muntaz

a story remain

of pepper’s pole

a dance about to end

here, bujang

dreams once have done

about embracing houses

by the ground of stripped-mine

the field of neglected wishes

where questions has no time

        whose hands snatch the lights

        blink away the serenity of spice

here, bujang

pepper’s pole is tired

and bewildered

a story remain

January 17th, 2013

————————————————–

————————————————–

SOLIPSISME

Terlalu banyak pengharapan

dan kita selalu percaya nasib

almanak beku dalam ingatan

tentang Tuhan, doa-doa tergelincir

Tapi kita akan tetap sendiri

tidak membutuhkan apa-apa

bahkan cinta sekalipun

Seperti daun tanggal begitulah hidup

dan kita akan kembali sendiri

menghadapi kekalahan sebenarnya

Saat itulah kita tahu

yang sejati hanya kematian

Sedang cinta tak pernah ada

meski ia hijau awalnya

Jakarta 02 Februari 2013

————————————–

PUISI SEDERHANA

aku mencintai hal-hal sederhana

bunga, kicauan burung, senyummu

dan mimpi-mimpi kita

tak ada yang istimewa di dunia ini

bunga bermekaran dan berguguran

telur menetas dan burung berkicau-kicau

engkau tak akan pernah kehabisan senyum

dan mimpi-mimpi masih banyak tersedia

aku mencintai hal-hal sederhana

untuk kita, cukup-cukupkanlah semuanya

cukup kutulis di dalam puisi yang sederhana

cukup kaubaca dengan cara yang sederhana

kelak setelah kita tiada adalah semoga masih

ada seorang berlari-lari kecil menerobos gerimis

kepada sahabatnya yang terbaring berselimut resah

disodorkanlah wajah tersenyum yang sedikit basah

“kawan lihatlah, bacalah ini

air mata kita telah tertulis di sini”

lalu datanglah sesuatu yang sederhana

hinggap dan mengecupi pipi-pipi

rona-rona mencerahkan wajah-wajah

air mata bertambah hangat, berkali-kali.

26 Januari 2013

————————————–

TANJUNG RATU

selebihnya tutur

pucuk junjung

sahang hilang tarian 

di sini, bujang

pernah ramai mimpi

mendekap rumah-rumah

sebelum wajah tanah masam

kebun ditinggal doa

tanpa sempat bertanya

tangan siapa membuat malam

      melupakan tentram rempah-rempah 

di sini, bujang

junjung sahang lunglai

diingat sembarang

selebihnya tutur

17 Januari 2013 

janoary m wibowo

JANOARY M WIBOWO
penulis di KACAMATA JANOARY BLOG

tentang Janoary
hampir setiap waktu, aku bisa berjalan ke arahmu
tapi aku tahu, kita tak selalu bisa bertemu

hampir setiap waktu, nomor teleponmu aktif
tapi aku tahu, kita tak selalu bisa berbincang
——————————————————–

kajitow

KAJITOW ELKAYENI
Penulis di SASTRA HATI BLOG
tentang Kajitow
“Jika ingin melihat dasar lembah, naiklah ke puncak gunung. Jika ingin melihat puncak gunung, naiklah ke atas awan. Jika ingin naik ke atas awan, pejamkan matamu, berpikirlah…”
Alfiah Muntaz

ALFIAH MUNTAZ
Penulis di http://facebook.com/ana.muntaz

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s