KETOK MAGIC

Dulu, saya pernah kursus sesuatu di Semarang, di dekat stasiun kereta api Poncol. Saya kost sekamar berdua dengan bekas teman SMA saya yang semenjak lulus SMA menjadi teman saya di tempat kursus sesuatu di semarang itu. Saya kira, saya dan teman saya itu mempunyai karakter yang sangat berbeda. Di dalam dirinya, saya kira, ada seorang dewasa yang romantis yang tetapi dengan segenap akal budinya sedang menolak romantisme. Di dalam diri saya, ada seorang bocah naif yang menolak untuk menjadi dewasa. Tetapi lagi-lagi, sejarah mendekatkan kami menggunakan sarana sebuah kemiripan cita-cita dan beberapa hobi yang sama. Karena itu, banyak hal yang mau tidak mau kami lakukan secara bersama-sama. Hampir setiap hari, kami berjalan kaki menuju tempat kursus kami. Pernah, dalam perjalanan kaki menuju tempat kursus itu, kami bernyanyi menyanyikan tembang kenangan “ Mengapa Dulu Kaudatang”-nya grup band lawas PanBers. Di dekat lampu merah, ketika sedang banyak para pengendara sepeda motor berhenti untuk menunggu lampu hijau menyala, kami, setelah menyetujui untuk melakukan sebuah keisengan, dengan sengaja menyanyikan “ MENGAPA DULU!” dengan tiba-tiba, dan dengan suara keras. Mendengar yang demikian ganjil, para pengendara yang sedang menunggu lampu hijau menyala itu melihat kami. Dan kami pun berjalan dengan biasa, seolah tidak terjadi apa-apa dan seolah-olah tidak telah melakukan ulah apa-apa. Saya merasa senang waktu itu—dan sepertinya teman saya itu senang juga.

Tapi bukan itu sesungguhnya yang ingin saya ceritakan. Cerita di atas hanya mempunyai sedikit kaitan dengan “KETOK MAGIC” yang saya pilih sebagai judul status ini. Nasib baik berpihak pada teman saya itu, dan karena saya menjadi teman kost-nya, maka saya kecipratan nasib baiknya. Teman saya itu dipinjami sepeda oleh seorang guru kursus PROYEKSI yang sedang baik hati kepadanya. Sejak itu, kami sering berangkat ke tempat kursus berboncengan naik sepeda, bergantian. Saya sungguh merasa terbantu oleh sepeda itu, dan oleh karena itu saya berdoa agar selalu ada orang yang baik kepada bekas guru proyeksi saya itu ketika beliau sedang mengalami kesulitan. Soal ketog magic itu bagaimana? Nah, begini. Pada suatu malam, entah setelah berapa ratus hari saya dan teman saya dipermudah oleh sebuah sepeda pinjaman itu, saya lupa memasukkan sepeda itu ke garasi sepeda. Sepeda itu nyender di teras kos-kosan sejak sore. Ternyata, pada malam harinya, ada seseorang yang mengambil sepeda itu. Pagi harinya, tentu saja sepeda itu kami cari-cari. Kami bingung. Maksud saya, saya bingung. Mungkin teman saya bingung juga, bagaimana cara menanyakan sepeda itu kepada saya. Saya bingung harus bagaimana. Untung saya merasa diri sebagai orang jawa. Orang jawa kan bisa merasa untung bahkan di dalam sebuah kerugian. Nah, untung, pada saat itu, saya langsung teringat cerita para simbah di desa tentang puter giling. Cerita masa kecil. Dengan cara puter giling, seorang pencuri bisa dibuat bingung sehingga tanpa sadar, dengan sendirinya, ia akan membawa barang curiannya itu kembali ke tempat semula. Saya juga ingat, di daerah Indraprastha—Semarang, banyak papan nama bertuliskan KETOK MAGIG. Apakah Anda mengenal lagunya Evie Tamala? yang begini: “Kalau cinta, bang. Bukan ketok magic. Ditutup tutup pantang dilirik.” Nha, oleh karena tidak paham bahasa Sunda tetapi dengan sok menafsirkan sendiri, saya mengira lagu itu membahas soal ‘magic dan pelet’ dalam dunia klenik dan percintaan. Maka dengan wajah penuh keyakinan dan harapan, serta keseriusan, saya melontarkan sebuah usulan, “Gimana kalau kita tanyakan nasib sepeda kita ke Ketok Magic?”
Seketika itu wajah teman saya langsung berubah, dan saya tidak bisa menebak bagaimana perasaanya dan apa yang dipikirkannya. Saya harap dia setuju. Ia memperhatikan wajah saya, dan sepertinya menangkap betapa seriusnya saya mengatakan hal itu. Sejenak kemudian, dia mengatakan, ”Sul, Ketok Magic itu bengkel body mobil.” Mendengar jawaban itu, saya tertawa geli di dalam hati menyadari kekonyolan saya. O, dasar saya ini anak desa yang kurang pengetahuan istilah di perkotaan. Saya menahan tertawa, soalnya mau tertawa secara fisik kok sepertinya kurang pas. Kan, sedang dalam situasi genting. Kalau harus mengganti sepeda yang hilang itu, uangnya dari mana? Wah…

Untunglah, seorang satpam perumahan segera mendatangi teman saya. Tumben-tumbennya teman saya berurusan dengan orang berseragam. Ternyata, satpam perumahan datang membawa kabar gembira kepada teman saya, dan karena saya satu kost dengan dia, saya kecipratan kabar gembira itu. “ Ada apa, Mas?“ tanya satpam. “ Sepeda saya hilang, Pak!” jawab saya. Pak satpam, dengan penuh wibawa, menasihati kami. “Sepedanya jangan lupa dimasukkan ke garasi. Di sini banyak maling, Mas! Untung saya pas keliling kompleks melihat sepeda itu. Coba dilihat di pos satpam!”
Hah…lega…hehe…Untung deh ada Pak Satpam yang pada waktu itu sedang baik hati kepada teman saya. Kami hanya mampu memberikan dua bungkus rokok sebagai rasa terimakasih.
Begitulah salah satu kekonyolan masa lalu teman saya, dan karena saya teman kost-nya, saya kecipratan kekonyolan masa lalu teman saya itu. Setiap kali mengingatnya, saya selalu tersenyum-senyum sendiri.

Saya menulis ulang catatan ini untuk bersyukur atas segala kebaikan semesta yang telah diberikan kepada teman saya itu, yang oleh sebab saya pernah menjadi teman kost-nya, mau tidak mau saya juga kecipratan kebaikan semesta itu. Dan betapa kenyataan hidup tidak bisa ditolak. Teman saya yang pernah bernyanyi di dekat lampu merah bersama saya itu, sekarang berulang tahun. Dan, karena saya sekarang bekerja di tempat teman saya itu juga bekerja, saya kecipratan roti bahagianya.

JUDULNYA KETOG MAGIC

8 thoughts on “KETOK MAGIC

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s