Sudah Sore Nak, Tak Baik Duduk di Depan Cendela

Sudah sore, nak, tak baik duduk di depan cendela. Mungkin
malam telah menggelapkan jalan untuk ia kembali ke dadamu;
siang telah menghadiahinya seseorang yang mendadak perawat
yang membersihkan dan membalut kesedihannya dengan senyuman.

Sudah sore, nak, tak baik duduk di depan cendela.
Apakah kau masih menuduh ia itu cuma sedang tersesat
dan kau masih berharap nanti menjadi yang paling perawatnya.
Tutuplah cendela, masuklah ke dalam kamar, hidupkan lampu.

Mari belajar memetik gitar. Rindu memang menuntun jemari
menekan nada-nada tapi belajarlah supaya tidak terlalu pilu
menyanyikan pelaut pergi menjala mimpi sebanyak-banyaknya.

Jika ia pelautmu, pasti kembalinya dadamu, yang dermaganya itu,
membawa banyak rindu yang sungguhan, barangkali juga banyak
ikan sungguhan, kepiting sungguhan, dan oleh-oleh kesukaanmu.

 

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s