Biru yang Paling Biru

Ia duduk di pantai pasir putih
berteduh di bawah tebing tinggi.
Mengamati air laut yang membiru
: makin jauh nampak makin biru
rupanya.

Ia menggambar di pasir putih
senyum yang lenyap disapu buih
senyum yang pernah melukainya

Ia menaiki tebing paling tinggi, berdiri
memandang ke seberang yang paling sepi.

Di seberang sana, di biru yang nampak paling biru
adakah yang memandang ke arahnya dan berseru:

“Dari sini kulihat kau
Kau berdiri di biru yang paling biru.”

Senja tiba membawakanku langit temaram
Merah kekunin-kuningan tak menyilaukan.
Yang indah sebelum matahari tenggelam
Yang gundah setelah birumu menghitam.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s