Senapan

Senapan itu membenci moncongnya sendiri yang latah bilang DOR. Itulah sebab moncongnya terlihat lebih manyun. Rupanya, ia selalu bersiap-siap teriak ‘BUKAN DOR’ bila kaget karena pelatuknya disentuh. Kulihat manyun moncongnya berlebihan di sebuah demonstrasi menolak acara pembacaan puisi presiden.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s