SEPERTINYA TUHAN

saya tidak pernah berhasil membayangkan tuhan yang maha mendengar itu mempunyai telinga seperti apa. ia bisa sekaligus mendengar doa pendekku, doa panjangmu, dan semua berita buruk yang ditayangkan di televisi, demo orang yang merasa tertindas, pun semua rayuan gombal, padahal ia pun sambil tidak berhenti bekerja: mengisi vitamin pada buah-buah cabe dan tomat, mewarnai langit, menggerakkan ombak, dan memberi keindahan di setiap tetes embun pagi.

kita? tidak suka bekerja, jarang mendengarkan, berdoa dengan sedikit yakin “sudah benar” saja sudah sering menuduh: tuhan malas dan tidak mendengarkan.

One thought on “SEPERTINYA TUHAN

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s